Perbedaan Film Komersil Dan Non Komersil

Perbedaan Film Komersil Dan Non Komersil! Seiring semakin berkembangnya kancah dunia perfilman, ternyata semakin banyak juga film yang berhasil diproduksi dengan corak begitu berbeda-beda. Kalau secara garis besar, film bisa diklasifikasikan seperti sebuah cerita, orientasi pembuatan, serta berdasarkan genre di Cinema 21.

Kalau berdasarkan cerita, film juga dapat dibedakan jadi dua antara film Fiksi serta Non-Fiksi. Fiksi adalah film yang diproduksi berdasarkan imajinasi manusia, bersama kata lain film ini tidak bisa didasarkan dalam sebuah kejadian nyata. Selanjutnya film Non-Fiksi yang produksinya diilhami oleh sebuah kejadian yang betul-betul terjadi yang selanjutnya dimasukkan berbagai unsur-unsur sinematografis bersama penambahan beberapa efek-efek tertentu misal seperti musik, efek suara, skenario, cahaya, komputerisasi hingga naskah yang memikat serta lain sebagainya buat mendukung daya tarik dari film Non-Fiksi itu. Beberapa contoh film non-fiksi Cinema 21 seperti film The Iron Lady yang berhasil diilhami dari suatu kehidupan sosok Margaret Thatcher.

Selanjutnya berdasarkan orientasi dari pembuatannya, film bisa digolongkan pada film komersial serta nonkomersial. Tipe film komersial, orientasi untuk pembuatannya yaitu adanya bisnis serta mengejar keuntungan. Pada saat klasifikasi ini, film memang seakan dijadikan menjadi komoditas industrialisasi. Sampai akhirnya film dibuat sedemikian rupa supayamempunyai sebuah nilai jual sekaligus menarik untuk disimak oleh banyak lapisan masyarakat. Film komersial seringnya lebih ringan, atraktif, serta mudah dimengerti tujuannya agar lebih banyak orang yang suka untuk menyaksikannya.

Sangat berbeda dengan film non-komersial yang memang bukan berorientasi untuk bisnis. Kata lainnya, film non-komersial ini seakan dibuat bukan rangka mengejar target terkait keuntungan serta asasnya bukan produksi film sebagai komoditas, melainkan murni menjadi karya seni dalam menyampaikan sebuah pesan ditambah sarat akan tujuannya di Cinema 21. Mengingat bukan dibuat atas dasar kepentingan untukbisnis serta keuntungan, maka biasanya segmentasi penonton terkait film non-komersial sangat terbatas. Contoh film non-komersial seperti berupa film propaganda, yang memang dibuat dengan tujuan untuk mempengaruhi pola pikir khalayak ramai agar sesuai dengan pesan yang sedang berusaha disampaikan.

shares