Sejarah Pulau Sumba dan Pesonanya

Sejarah Pulau Sumba dan Pesonanya! Pulau kali ini merupakan bagian dari Sunduland yang awalnya terletak di selatan Sulawesi. Pulau ini bergerak akibat adanya escape tectonics. Kronologinya bermula pada Kenozoikum, anak benua India pada lempeng Indo-Australia yang bergerak relative menuju kea rah utara dan mengalami tumbukan dengan lempeng.

"<yoastmark

Ada beberapa hipotesis mengenai pergerakan dan pembentukan pulau Sumba. Salah satunya yaitu pulau yang berada di Kepulauan Nusa Tenggara bagian timur. Itu merupakan bagian dari busur depan (fore arc) atau busur luar (outer arc) dari kesatuan Busur Banda bagian barat. Busur luar merupakan kepulauan yang non-vulkanik, sementara busur dalam kepulauan vulkanik. Selain tercipta dikarenakan suatu pergerakan hipotesis, pulau ini menarik karena cerita unik didalamnya. Anda perlu mengetahui informasi lainnya mengenai pengetahuan terlengkap selain wisata yaitu seperti informasi otomotif untuk persiapan perjalanan Anda.

Bagaimana Cerita Unik Pulau Sumba dan Pesonanya?

Pada abad ke 14 pulau Sumba muncul pertama kali di Kerajaan Majapahit. Saat itu sang raja bernama Hayam Wuruk merupakan raja yang berkuasa. Ia memiliki seorang patih bernama Gajah Mada. Pada tahun 1350 Gajah Mada mengucapkan janji yang berbunyi ia tidak akan makan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara.

Di tahun 1357 Gajah Mada menaklukan Dompu atau Sumbawa. Dalam buku Negarakertagama tertulis “Di sebelah timur tanah Jawa terdapat tanah jajahan seperti kepulauan Makasar, serta Buton, Benggawi Kunir, Galian serta salaya, Sumba, Solot, Ambon atau pulau Maluku, Seram, Timor beserta berbagai pulau lainnya.” Nama pulau Sumba tidak hanya dikenal oleh kerajaan Majapahit tapi juga dikenal di dunia barat. Pada abad ke-15 pedangang Portugis berlayar ke pulau-pulau Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Salah seorang perwira bernama Antonio Pigafetta sering mendengar nama cendana dan kemudian menggambar peta yang diberi nama Cendam.

Pada abad ke-17 sampai 18 terjadi eksplotasi besar-besaran di hutan cendana dan kuda di pulau Sumba oleh para penjajah. Membuat ribuan ekor cendana dieskpor ke Negara Eropa, Asia, dan Indonesia. Hutan cendana mengalami kepunahan di abad ke-18 sampai awal abad 19 menyebabkan berkurangnya kuda Sumba.

Baca juga: http://carinsurancequotes66.info/pulau-dewata-surga-bagi-wisatawan/

Masyarakat local Sumba memiliki tradisi lisan mengenai nama pulau Sumba. Tradisi lisan di masyarakat Sumba mengisahkan tentang Umbu Walu Manoku. Seorang yang pertama kali mendarat ke pulau itu memiliki istri bernama Humba. Sebagai tanda cinta kepada istrinya, maka ia mengabadikan pulau itu dengan nama Humba. Adapun Humba atau Sumba berarti murni, polos, dan tulus.

shares